Yuk Belajar: Story Telling To Keep Your Company Moving Forward

Story Telling To Keep Your Company
Moving Forward

            Pemimpin hebat paham betul bagaimana memotivasi pekerjanya. Pekerjanya butuh lebih dari sekedar jargon tentang visi dan misi yang tinggi dalam perusahaan. Untuk memahami dan mengapresiasi misi apa yang diusung perusahaan, pekerja perlu mendengar mengenai orang-orang, nilai-nilai, dan sejarahnya. Disinilah letaknya bagaimana pemimpin cerdas bisa menceritakan kisah mereka dalam sebuah cerita yang menggugah.
            Cerita yang mempunyai bukti nyata akan keberhasilan bisa menjadi contoh yang bernilai. Bagaimana Steve Jobs dapat menjual produk Apple ke pasaran dengan sukses merupakan satu pelajaran berharga. Cerita disampaikan sebagaimana adanya dalam buku maupun film sehingga dapat menyampaikan filosofi dan nilai-nilai secara mengesankan.
            Dalam Buku Learning Organizations: Developing Cultures for Tomorrow’s workplace (1995) menjelaskan bahwa metode pembelajaran para penduduk asli Amerika menggunakan cerita. Cerita menggunakan seluruh panca indra, tidak hanya otak namun juga sel-sel di dalam tubuh. Cerita sangat koheren dengan budaya perusahaan, karena di setiap perusahaan pasti memiliki cerita. Cerita menjadi proses pembelajaran guna untuk menyatukan semua orang menjadi satu –sebuah visi bersama- yang memungkinkan orang secara efektif mencapai targetnya. (131-132)
            Perusahaan yang bertahan adalah yang memiliki pemimpin visioner. Dan para pemimpin ini menyampaikan dengan jelas nilai-nilai organisasi, terutama bagaimana menyampaikan budaya perusahaan kepada timnya. Pengisahan cerita atau story telling merupakan perangkat yang sudah terbukti dapat memperkokoh visi dan nilai-nilai dan mengomunikasikan praktik dan perilaku sukses. Setiap perusahaan yang berkerja dalam bidang yang berbeda mempunyai benang merah dan kesamaan: mereka mampu mengisahkan legenda mereka secara konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita menolong perusahaan untuk mencapai tujuan komunikasi. Penggunaaan cara ini dapat menyentuh perasaan hingga pada bagian terdalam dari batin manusia


Kebutuhan akan sentuhan dari masa ke masa
            Kebutuhan manusia tidak hanya pakaian, makanan, namun juga kebutuhan akan sentuhan. Kemudahan yang diberikan oleh dunia dengan hadirnya teknologi membuat orang kehilangan sentuhan tersebut. Seseorang akan bertemu satu dengan lainnya dengan perangkat handphone melalui BBM chat, Twitter, maupun media sosial lainnya. Akibatnya orang tidak dapat lagi untuk rehat kopi bersama, ngobrol satu dua menit selama mengambil air panas untuk membuat teh/kopi, maupun bentuk komunikasi-komunikasi tatap muka lainnya. Kesibukan dalam mengejar kompetensi juga menghalangi seseorang berinteraksi dengan orang lain.
Teknologi mengurangi interaksi tatap muka
            Joseph Campbell mengingatkan kita dalam The Power of Myth (1998, p.8), “Saat kita kehilangan ritual, kita kehilangan rasa keberadaban; itulah sebabnya masyarakat kita begitu buruk.” Hal ini juga disampaikan oleh Judy Wicks, pendiri, presiden, dan kepala pelayan White Dog CafĂ© Philadelphia. “Orang-orang di masyarakat kita lapar… untuk berbagi nilai-nilai mereka, untuk menikmati rasa (kebersamaan) komunitas, dan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.”

Cerita di tengah api unggun pada zaman primitif
            Kegiatan ini pun sudah terjadi sejak zaman dahulu, para suku menyalakan api unggun dan menceritakan legenda. Setelah itu, orang tua juga mendongengkan anak-anak mereka dengan kisah lampau baik biografi maupun cerita fiksi. Cerita disampaikan terus menerus dapat mencapai aspek sentuhan. Hal ini juga bisa diterapkan dengan menyentuh perasaan sekaligus pikiran dari pegawai, pelanggan, dan stakeholder. Karena ceritalah yang akan menjadi warisan pengalaman yang menginspirasi generasi-generasi mendatang. Saling menceritakan kisah sukses diperlukan untuk mencapai kebutuhan akan sentuhan ini.
Seorang wanita sedang story telling kepada anak-anaknya

            Mencapai sasaran atau target dari suatu perusahaan dibutuhkan motivasi yang kuat mengapa orang itu perlu bekerja. Salah satu pendekatan motivasi tersebut adalah menggunakan filsafat kekeluargaan. Filsafat kekeluargaan ini dapat membuat satu anggota akrab dengan anggota keluarga lainnya. Para pemimpin ini yang kemudian menggunakan cerita secara rutin sebagai rangka penanaman budaya. “Bagaimana kabarmu?” , “Bagaimana bisa hal tersebut terjadi?”, dan “Bagaimana caramu menyelesaikan permasalahan ini?” merupakan pertanyaan yang acap kali diungkapkan dari satu anggota keluarga ke anggota keluarga lainnya. Para eksekutif dan manajer juga berbagi tantangan dan kegagalan karir mereka dan menceritakan bagaimana perusahaan berhasil melalui suatu krisis, para pegawai yang kemudian larut dalam kisah itu menaruh harapan jika ia juga mengalami peristiwa yang serupa maka ia juga akan dapat menyelesaikan sesuai dengan tindakan yang dilakukan sebelumnya. Saat pemimpin bercerita kepada tim mereka, maka kepercayaan diri dan motivasi pegawai akan bertambah untuk terus bekerja.
            John F. Kennedy mendorong lapisan masyarakat untuk mengirim manusia ke bulan dan pulang dengan selamat. Penggambaran tentang proses tersebut ditayangkan, namun yang terpenting bukan pada prosesnya, tetapi lebih bagaimana suatu impian dapat tercapai dengan melewati batas-batas yang ada. Howard Goddard, Ph.D, mantan kepala departemen bahasa Inggris di Swarthdmore College, mengajarkan “Takdir dunia tidak terlalu ditentukan oleh kekalahan dan kemenangan dalam peperangan, namun lebih banyak ditentukan oleh cerita yang dicintai dan dipercayainya.”

            Harvard Business Review mengungkapkan dalam mencapai target, seseorang harus menggunakan emosi mereka dalam merangkai kisah. Ada 2 cara untuk mempersuasif orang. Yang pertama dengan metode konvensional retorika, seorang eksekutif menyampaikan pesan dengan presentasi tentang kondisi yang terjadi. Cara ini berbasiskan intelektual, namun orang belum tentu terinspirasi karenanya. Cara kedua yang lebih kuat adalah dengan menggabungkan ide dengan emosi lewat pengisahan. Pembaca tidak hanya merasakan tetapi juga merasakan energi dan emosi. Hal ini yang kemudian membuat sebuah kisah bisa diingat dan membekas dihati. Contohnya  jika sebuah perusahaan bidang biotech, dimana seorang CEO sedang mempersuasif bank untuk berinvestasi ke perusahaanya. Ia akan membahas bahwa ia menemukan satu bahan chemical  yang dapat menghindari serangan jantung, plan bisnisnya, besaran market, statistik organisasi, dan berikutnya. Mungkin Bank akan mudah menolak karena melihat posisi yang kurang dan memilih perusahaan lain. Lain jika CEO menggunakan sebuah kisah, dimana ia bercerita menggunakan ayahnya atau orang lain sebagai objek yang telah meninggal karena serangan jantung. Ia menggunakan kisah seandainya ada obat penghindar serangan jantung, papanya tidak seharusnya meninggal. Penggunaan bahan temuannya dari protein bisa membantu kelancaran darah dan menghindari serangan jantung. Seorang objek dapat membuat bank lebih dekat, merasa ada kisah yang menarik untuk di dengar dan membuat orang ingin terlibat untuk berpartisipasi (2003, Story Telling That Moves People)
            Grady Jim Robinson, seorang pembicara ahli yang telah mendapatkan penghargaan tertinggi National Speaker Association, berbagi cerita di masa kecilnya di depan umum. Bagaimana pendidikan orang tua yang mendisiplinkan dirinya. Ia menceritakan kegagalannya untuk menjadi bintang bisbol dan mengecewakan ayahnya. Hal ini dapat menyentuh banyak orang, karena banyak di antara mereka bahkan kita yang merasa telah berusaha sekuat tenaga namun gagal, mengecewakan orang tua atau seseorang yang paling berharga dalam hidup kita. Grady Jim membuat para pendengarnya dapat menyelami penderitaan dan pengalamannya. Ia dapat menarik perharian orang-orang disekitarnya hingga membuat mereka meneteskan air mata.
            Tradisi ini juga dilakukan oleh Harvard Business School. Pendekatan studi kasus sangat dihargai oleh sekolah itu untuk menyiapkan pemimpin di masa depan bagi dunia bisnis adalah pengisahan cerita. Studi kasus mulai dengan menjelaskan skenario yang sudah umum dikenal, ditentukan dalam sebuah perusahaan hipotetis, dan kemudain mendiskusikan pilihan tindakan bagi sang manajer, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari masing-masing pendekatan. Tergiring masuk ke dalam cerita, para mahasiswa segera mulai menyusun rencana mereka, berharap untuk menemukan solusi yang direkomendasikan; atau bahkan yang lebih bagus daripada itu.
            Para pemimpin bisnis perlu mengkomunikasikan nilai dan visi organisasi mereka dengan jelas dan bersemangat, sehingga mereka dapat menarik semua orang menjadi bagian dari kelompok: calon pegawai baru yang menjanjikan, pegawai, pelanggan, pemegang saham, mitra usaha, pemasok, dan stakeholder “keluarga perusahaan”lainnya. Salah satu perangkat komunikasi yang paling efektif adalah pengisahan cerita. Seorang pemimpin harus mampu mengembangkan sebuah cerita autentik lantas menceritakannya secara efektif, itu serupa dengan seorang dirigen piawai memimpin orchestra melalui aransemen musik paling menantang. Sang pemimpin yang bercerita mampu mendorong semuanya untuk “memainkan lagu yang sama”, untuk memahami dan mengenali nilai-nilai perusahaan, dan mewujudkan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab mereka sehari-hari.
            Fokus pada komunikasi perusahaan berinti pada penyampaian nilai-nilai melalui cerita menghidupkan maskapai Amerika Serikat, Southwest. Komunikasi dilakukan dalam pengiklanan, dalam pesan-pesan pegawai, dalam berita, dan pada situs Web. Southwest telah menciptakan satu tingkat kesetiaan pegawai yang sulit ditandingi. Bahkan dalam masa skandal dan kesulitan ekonomi yang terus menerpa lantas tidak membuat perusahaan ini rubuh. Southwest menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang secara konsisten mendapatkan laba.
            Perusahaan akan tumbuh subur berdasarkan cerita dan mitos mereka-pada kemampuan mereka untuk menciptakan produk dan jasa yang membangkitkan emosi. Cerita digunakan pemimpin untuk menjaga sejarah sekaligus masa depan organisasi. Sejarah perusahaan menjadi saluran komunikasi yang memunculkan gairah untuk berkerja dan berkarya di masa depan bagi pembaca/pendengarnya.

Daftar Pustaka: 

McKee, Robert. Juni 2003. Story Telling That Moves People: A Conversation with Screenwriting Coach. Harvard Business Review: hal. 51

Chawla, Sarita & Renesch John. 1995. Learning Organizations: Developing Cultures for Tomorrow's Workplace. USA: Productivity Press

Campbell, Joseph. 1998. The Power of Myth. USA: Doubleday

Clark, Evelyn. 2007. Around The Corporate Campfire. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama


            
Tag : ,

Yuk makan: tesate, Menteng, Jakarta


Tesate has a lot of kind of satay, but this time i order madura satay. 65k idr for 6 stick, the meat soft and well cook. But it has a weird smell, i can't describe it. The way they serve, they use a hotplate and they put the satay above of the peanut sauce. The peanut Not so thick, that's why they put a soy sauce around the plate but outside of the peanut sauce. You can mix it by your self, you can choose more thick or not.



Other else i like the gado2 very much. They put a cube potato, cherry tomato, and not a french fries (i thought so) but its a chip, tempe, lettuce, egg, tofu, etc. yummy! 


I also have a wedang kacang hijau, my fav. They put a pink pearl (we can find it on es puter) and green bean mix with ginger. So refreshing after working hard on the office.


I like the peanut butter and atmosphere. They have a great architecture, hygiene, smell, nice song, a lot of waiter, location (menteng) and make our traditional dishes into a semi fine dinning. 

It can introduce to the foreigner  about our food!





Yuk makan: madame Lily, Kota kasablanka, Jakarta


From outside this place has a great design.. They put white and black as a main color for their window, chair etc. This design makes them looks gorgeous! Also they have a great lamp for their lighting.


Besides all the environment, i like the service. Waiter and waitress help me a lot to explain all the food, which is trust me.. I am a good questioner! I ask them to explain me, because my stomach deserve for the unique and best food. 



So i decided to choose italian meatball sandwich and dory salad.. They also help me to find a charger for my phone.. Yeah lack of battery as always. 



The important thing is... I love those tomato sauce, croissant, melted cheese, meatball, and french fries from italian meatball sandwich. I give them an B +. Price 55k. About the salad dory, too oily and gravy on the sauce. It cost for 45k Idr. 


So this is my experience on madame lily, italian restaurant at Kokas kota kasablanka , jakarta, indonesia.


Www.madame-lily.com


Yuk makan: madame Lily, Kota kasablanka, Jakarta


From outside this place has a great design.. They put white and black as a main color for their window, chair etc. This design makes them looks gorgeous! Also they have a great lamp for their lighting.


Besides all the environment, i like the service. Waiter and waitress help me a lot to explain all the food, which is trust me.. I am a good questioner! I ask them to explain me, because my stomach deserve for the unique and best food. 



So i decided to choose italian meatball sandwich and dory salad.. They also help me to find a charger for my phone.. Yeah lack of battery as always. 



The important thing is... I love those tomato sauce, croissant, melted cheese, meatball, and french fries from italian meatball sandwich. I give them an B +. Price 55k. About the salad dory, too oily and gravy on the sauce. It cost for 45k Idr. 


So this is my experience on madame lily, italian restaurant at Kokas kota kasablanka , jakarta, indonesia.


Www.madame-lily.com


Yuk Liburan: Kyoto tempat berkimono

3 hari 2 malam harus digunakan semaksimal mungkin selama berada di Kyoto. Sebaiknya pilih tempat tinggal yang dekat dengan stasiun, lagi menurut saya naik taxi relatif murah disini. Tempat satu ke tempat lainnya tidaklah jauh. 
Waktu saya sampai di kota yang sangat indah ini saya langsung terpana dengan bunga sakura yang sudah bermekaran. 

kyoto Tower


Bamboo forest



Teppanyaki
Mengenankan Baju kimono ini membuat saya banyak di foto dan diajak foto. Saya senang bisa menggunakannya. 

Sebelum berkimono
The Best Steak Ever!!



Yummy!


Tag : ,

Yuk liburan: Hello Negeri Sakura, Tokyo


Perjalanan ke Eropa sudah terbayang di depan mata. Sandra baru di wisuda pada bulan Februari ini, telah membeli tiket dan segala macam keperluan untuk perjalanan ke Jerman. Rencananya saya akan mengunjungi keluarga di sana. Pengurusan visa dan lain-lain saya lakukan bolak-balik antara Surabaya dan Jakarta. Selain itu, saya juga melakukan interview untuk beberapa perusahaan di Jakarta.
Saya baru siap berkerja setelah saya pergi liburan dari Eropa. Yaitu pada akhir Maret dan awal April. Itulah kehendak saya, namun Tuhan punya kehendak yang berbeda. 

Satu hal membuat saya tidak jadi ke Jerman. Padahal saya sudah plot beberapa hari untuk liburan dan tidak berbuat apa-apa. Apalagi saya sudah menerima tawaran pekerjaan pada tanggal 2 April 2014, lantas apakah saya membuang kesempatan liburan? Tidak. Akhirnya dengan waktu yang terbatas, 5 hari sebelum tanggal liburan, saya memutuskan untuk pergi ke Jepang. Mengubah rute dan mengajukan visa ke Jepang. Singkat cerita saya menerima visa saya H-1 dari jadwal keberangkatan!

Bukan kebetulan, pada waktu keberangkatan saya, bunga sakura baru bermekaran pada daerah tertentu di Jepang. Bunga sakura mulai bermekaran di Kyoto dan baru 1 minggu kemudian di Tokyo. Jadi kemungkinan pada saat kedatangan saya, setidaknya saya bisa melihat bunga sakura di Kyoto.
Memang belum full bloom, namun setidaknya harapan saya waktu berangkat adalah melihat keindahan bunga sakura. Bunga yang dianggap berharga oleh orang Jepang. Karena bagi orang Jepang sesuatu yang indah harus bersifat sementara, tidak boleh bertahan selamanya. Manusia bisa bosan dan menganggap biasa bunga yang terus bermekaran. Sedangkan sakura sendiri mempunyai waktunya sendiri untuk bermekaran dan gugur. Siklus Bunga sakura ini membuat manusia bisa terus menganggumi keindahan dunia.


Sewa Modem untuk Internet

Perjalanan pertama saya adalah dari Indonesia ke Jepang. Membutuhkan waktu perjalanan malam dan sampai di Jepang pada pagi hari. Yang pertama saya lakukan adalah mencari kamar mandi sewaan yang terdapat pada airport Narita, tokyo. Kamar mandi terletak di lantai 3, gedung central yang dapat diakses pada setelah pengecekan visa langsung belok kanan dan cari lift untuk naik lantai 3. Waktu untuk mandi terbatas 30 menit. Disediakan sabun, shampoo, handuk besar, kecil, hairdryer, dan lain sebagainya. Tempat ini begitu canggih sehingga seorang turis Indonesia seperti saya kagum akan teknologi yang ada. Mereka menutup pesanan 15 menit (520 Yen), sehingga saya hanya bisa memesan yang per 30 menit (1030 Yen). atau setara dengan 100ribuan rupiah.

Lanjut saya mencari alat wifi reuter. Di Jepang tidak umum untuk mendapatkan free wifi selayaknya di Indonesia. Oleh karena itu saya menyewa alat modem yang bisa digunakan untuk menyebarkan wifi. Jadi alat ini bisa tersambung dengan 2 handphone saya dan 1 laptop saya. Letak penyewaanya tepat di depan pintu keluar setelah pengecekan visa. (agak ke kanan sedikit). 

 harga wifi device


 cara pinjam yang mudah
 tempat peminjaman dan pengembalian

Transportasi di Jepang


Selain itu, anda bisa langsung mengantri untuk membeli tiket MRT selama di Tokyo di mesin yang terletak di sebelah kiri pintu keluar. Namun saya memilih untuk untuk menggunakan JR Pass yang telah saya pesan di travel agent di Surabaya. (info: http://www.japanrailpass.net/ ) Hanya saja, sesampai di Jepang anda harus mevalidasikan JR Pass anda di lantai bawah lantai kedatangan (dekat pintu masuk MRT). Antriannya begitu panjang, namun worthed karena anda tidak perlu lagi mengantri untuk membeli tiket satuan. Namun tiket ini harus anda pegang erat-erat. Jangan seperti saya... Hahaha....

So untuk perjalanan kali ini saya kemana-mana mengikuti Line/ station dari JR. Dengan JR ini kita bisa ke Kyoto tanpa dikenakan biaya dengan shinkanzen. Untuk kelas anda bisa menentukan anda di kelas yang mana, semua tergantung budget anda. 

Saya pun berangkat dengan menggunakan JR PASS
Tempat tujuan penginapan saya adalah Prince Sakura Hotel yang berada Shinagawa.

Hotel di Tokyo

Beberapa lokasi penginapan kadang membuat turis seperti saya kebingungan. Namun lokasi yang paling baik adalah jika tempat tersebut merupakan pusat dari intersaction banyak rute kereta. Ini memberikan kemudahan bagi saya untuk pergi kemanapun saya mau pergi. Selain Shinagawa, Shibuya, Shinjuku dan pusat Tokyo merupakan tempat dengan lokasi strategis. Tetapi harganya pun relatif mahal. Jika mau, anda juga bisa memilih penginapan di daerah Yokohama, yang merupakan perbatasan luar dari Tokyo.

Keberangkatan saya yang mendadak membuat pilihan hotel pun tidak terlalu banyak. Pilihannya tidur di hotel yang tidak begitu banyak peminat tapi strategis, murah tapi jauh, atau strategis namun di dalam capsul. Pilihan pun saya jatuhkan ke yang pertama. Melihat lagi banyaknya turis asing yang ke Tokyo di musim sakura, saya pun membuat plan berdasarkan tersedianya hotel. Plan ini sudah saya buat selama di Surabaya. Tokyo dahulu, baru Kyoto. Puncak keramaian kota Tokyo masuk pada musim bermekarannya sakura pada 29-31 Maret, membuat saya tidak dapat menemukan hotel di Tokyo, karena itu saya memutuskan untuk ke Kyoto pada hari itu. 

Yang saya kaget adalah, pada waktu saya sampai di hotel saya, saya melihat satu pohon sakura telah full bloom! Sungguh indah sekali pemandangannya.

Lanjut saya kemudian foto-foto di halaman belakang hotel tersebut. 
Area Hotel

TOKYO JOURNEY

Shinjuku

Setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan mengelilingi Tokyo dengan menggunakan JR Pass saya.
Depan tempat makan Ramen Favorite di Shinjuku

Ramen Yummy di Shinjuku
Mencoba salah satu cafe di Shinjuku 

Shibuya

Jalanan di Shibuya tempat syuting Fast & Furious

Ginza

Ginza
Imperial

Di tengah perjalanan ke Gotemba (1-1.5 jam dari Tokyo) saya mampir dulu ke Kozu untuk ganti line. Tanpa saya kira, saya hanya jalan-jalan keluar dari station dan secara random menuju jalan setapak, menemukan pantai di Jepang. 
    

Imperial Park

Gotemba, Branded Factory Outlet  & Kozu, pantai

Menuju Gotemba
Menggunakan kamera dan timer untuk selfie. Tinggal taruh tongsis di tempat yang ada sandarannya atau pakai tripod.


Tempat shopping yang oke banget adalah Gotemba. Disini banyak brand-brand dari baju, kacamata, hingga perhiasaan dijual dengan harga yang spesial. Sebut saja Salvatore Ferragamo, Prada, Swarovski, dan lain sebagainya ada di tempat ini. 

Tokyo Disneyland

Tokyo, Disneyland
Perjalanan di Disneyland ini, sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari dengan membeli Fast Track. Kalau tidak... alamat mengantri berjam-jam.

Kabukicho


Kabukicho, area Red Light District, uuuu... >_<

Tsukiji, Fish Market di Jepang


Bersama Master Sushi
Tsukiji, tempat pasar ikan terbesar di Jepang. Datanglah pada subuh dan akan banyak ikan fresh yang langsung di jual di pasar ini.  Ikan-ikannya sangat fresh, jangan lupa untuk memakan sushi terenak dan teroriginal di Jepang. Kalau ke Jepang tidak makan sushi, rasanya hambar perjalanannya. Karena itu pastikan untuk pergi ke Tsukiji di Daiwa Sushi atau sushi Dai.  Datanglah sepagi mungkin, jam 5 pagi (jam bukanya) agar tidak perlu mengantri terlalu lama. Sushi Dai dibutuhkan 2-3 jaman mengantri, sedangkan sushi Daiwa membutuhkan 1 jaman mengantri. Daiwa Sushi dijalankan oleh anak yang punya sushi Dai. Disini makanan dijual perporsi/ per piece, jadi pemesanan tidak begitu lama. Ikannya sangat fresh dan enak. Harus dicoba.
  Pengalaman saya sendiri, saya mendapatkan 2 piece porsi tambahan secara tidak sengaja. Sushi master yang terlihat sudah tua memberikan saya extra nigiri. Mungkin dia sendiri tidak sadar telah melakukannya karena terlalu banyak pelanggan. Tapi yang gratisan itu yang bikin saya tambah senang. Oiiiishiii...

Sky Tree, Asakusa

 

Perjalanan ke Sky Tree sebaiknya melakukan reservasi sebelumnya, karena selalu ramai oleh pengunjung. Saya sendiri belum memesan tiket. Jadi harus cukup puas dengan foto-foto dari bawah dan luar Sky Tree. Saya putuskan untuk ke Sumida Aquarium yang masih berada di area Sky Tree. Saya bebas masuk tanpa harus mengantri panjang dan berdesak-desakan. Banyak tipe-tipe hewan air disini, namun yang paling menarik adalah hiu dibalik Aquarium raksasa dan juga tentunya pinguin!

Sumida Aquarium

 

Perjalanan saya berlanjut dari Imperial Park ke Ueno, Asakusa. Tempat ini merupakan destinasi turis pada umumnya. Ada Asakusa Shrine dan Sensoji Temple. Yang menyenangkan adalah disini banyak makanan di pinggir jalan yang bebas saya nikmati!  Kalau kita jalan di pinggirnya akan terlihat Asahi Beer Tower yang berbentuk seperti beer.


 
Disini juga bisa ditemui pria penarik gerobak yang mengangkut turis. Ini merupakan sebuah profesi yang mengangkat tradisi angkutan umum Jepang zaman lalu. Rickshaw ini hanya bisa untuk mengangkut 2 orang dan akan diajak berputar hingga 5km di Area Asakusa. Semua tergantung anda mau memilih rute yang mana dan diberhentikan dimana. 

Aneka Jajanan yang saya cicipi





Tag : ,

- Copyright © Sandra Olga - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -