Yuk makan: madame Lily, Kota kasablanka, Jakarta


From outside this place has a great design.. They put white and black as a main color for their window, chair etc. This design makes them looks gorgeous! Also they have a great lamp for their lighting.


Besides all the environment, i like the service. Waiter and waitress help me a lot to explain all the food, which is trust me.. I am a good questioner! I ask them to explain me, because my stomach deserve for the unique and best food. 



So i decided to choose italian meatball sandwich and dory salad.. They also help me to find a charger for my phone.. Yeah lack of battery as always. 



The important thing is... I love those tomato sauce, croissant, melted cheese, meatball, and french fries from italian meatball sandwich. I give them an B +. Price 55k. About the salad dory, too oily and gravy on the sauce. It cost for 45k Idr. 


So this is my experience on madame lily, italian restaurant at Kokas kota kasablanka , jakarta, indonesia.


Www.madame-lily.com


Yuk makan: madame Lily, Kota kasablanka, Jakarta


From outside this place has a great design.. They put white and black as a main color for their window, chair etc. This design makes them looks gorgeous! Also they have a great lamp for their lighting.


Besides all the environment, i like the service. Waiter and waitress help me a lot to explain all the food, which is trust me.. I am a good questioner! I ask them to explain me, because my stomach deserve for the unique and best food. 



So i decided to choose italian meatball sandwich and dory salad.. They also help me to find a charger for my phone.. Yeah lack of battery as always. 



The important thing is... I love those tomato sauce, croissant, melted cheese, meatball, and french fries from italian meatball sandwich. I give them an B +. Price 55k. About the salad dory, too oily and gravy on the sauce. It cost for 45k Idr. 


So this is my experience on madame lily, italian restaurant at Kokas kota kasablanka , jakarta, indonesia.


Www.madame-lily.com


Yuk Liburan: Kyoto tempat berkimono

3 hari 2 malam harus digunakan semaksimal mungkin selama berada di Kyoto. Sebaiknya pilih tempat tinggal yang dekat dengan stasiun, lagi menurut saya naik taxi relatif murah disini. Tempat satu ke tempat lainnya tidaklah jauh. 
Waktu saya sampai di kota yang sangat indah ini saya langsung terpana dengan bunga sakura yang sudah bermekaran. 

kyoto Tower


Bamboo forest



Teppanyaki
Mengenankan Baju kimono ini membuat saya banyak di foto dan diajak foto. Saya senang bisa menggunakannya. 

Sebelum berkimono
The Best Steak Ever!!



Yummy!


Tag : ,

Yuk liburan: Hello Negeri Sakura, Tokyo


Perjalanan ke Eropa sudah terbayang di depan mata. Sandra baru di wisuda pada bulan Februari ini, telah membeli tiket dan segala macam keperluan untuk perjalanan ke Jerman. Rencananya saya akan mengunjungi keluarga di sana. Pengurusan visa dan lain-lain saya lakukan bolak-balik antara Surabaya dan Jakarta. Selain itu, saya juga melakukan interview untuk beberapa perusahaan di Jakarta.
Saya baru siap berkerja setelah saya pergi liburan dari Eropa. Yaitu pada akhir Maret dan awal April. Itulah kehendak saya, namun Tuhan punya kehendak yang berbeda. 

Satu hal membuat saya tidak jadi ke Jerman. Padahal saya sudah plot beberapa hari untuk liburan dan tidak berbuat apa-apa. Apalagi saya sudah menerima tawaran pekerjaan pada tanggal 2 April 2014, lantas apakah saya membuang kesempatan liburan? Tidak. Akhirnya dengan waktu yang terbatas, 5 hari sebelum tanggal liburan, saya memutuskan untuk pergi ke Jepang. Mengubah rute dan mengajukan visa ke Jepang. Singkat cerita saya menerima visa saya H-1 dari jadwal keberangkatan!

Bukan kebetulan, pada waktu keberangkatan saya, bunga sakura baru bermekaran pada daerah tertentu di Jepang. Bunga sakura mulai bermekaran di Kyoto dan baru 1 minggu kemudian di Tokyo. Jadi kemungkinan pada saat kedatangan saya, setidaknya saya bisa melihat bunga sakura di Kyoto.
Memang belum full bloom, namun setidaknya harapan saya waktu berangkat adalah melihat keindahan bunga sakura. Bunga yang dianggap berharga oleh orang Jepang. Karena bagi orang Jepang sesuatu yang indah harus bersifat sementara, tidak boleh bertahan selamanya. Manusia bisa bosan dan menganggap biasa bunga yang terus bermekaran. Sedangkan sakura sendiri mempunyai waktunya sendiri untuk bermekaran dan gugur. Siklus Bunga sakura ini membuat manusia bisa terus menganggumi keindahan dunia.


Sewa Modem untuk Internet

Perjalanan pertama saya adalah dari Indonesia ke Jepang. Membutuhkan waktu perjalanan malam dan sampai di Jepang pada pagi hari. Yang pertama saya lakukan adalah mencari kamar mandi sewaan yang terdapat pada airport Narita, tokyo. Kamar mandi terletak di lantai 3, gedung central yang dapat diakses pada setelah pengecekan visa langsung belok kanan dan cari lift untuk naik lantai 3. Waktu untuk mandi terbatas 30 menit. Disediakan sabun, shampoo, handuk besar, kecil, hairdryer, dan lain sebagainya. Tempat ini begitu canggih sehingga seorang turis Indonesia seperti saya kagum akan teknologi yang ada. Mereka menutup pesanan 15 menit (520 Yen), sehingga saya hanya bisa memesan yang per 30 menit (1030 Yen). atau setara dengan 100ribuan rupiah.

Lanjut saya mencari alat wifi reuter. Di Jepang tidak umum untuk mendapatkan free wifi selayaknya di Indonesia. Oleh karena itu saya menyewa alat modem yang bisa digunakan untuk menyebarkan wifi. Jadi alat ini bisa tersambung dengan 2 handphone saya dan 1 laptop saya. Letak penyewaanya tepat di depan pintu keluar setelah pengecekan visa. (agak ke kanan sedikit). 

 harga wifi device


 cara pinjam yang mudah
 tempat peminjaman dan pengembalian

Transportasi di Jepang


Selain itu, anda bisa langsung mengantri untuk membeli tiket MRT selama di Tokyo di mesin yang terletak di sebelah kiri pintu keluar. Namun saya memilih untuk untuk menggunakan JR Pass yang telah saya pesan di travel agent di Surabaya. (info: http://www.japanrailpass.net/ ) Hanya saja, sesampai di Jepang anda harus mevalidasikan JR Pass anda di lantai bawah lantai kedatangan (dekat pintu masuk MRT). Antriannya begitu panjang, namun worthed karena anda tidak perlu lagi mengantri untuk membeli tiket satuan. Namun tiket ini harus anda pegang erat-erat. Jangan seperti saya... Hahaha....

So untuk perjalanan kali ini saya kemana-mana mengikuti Line/ station dari JR. Dengan JR ini kita bisa ke Kyoto tanpa dikenakan biaya dengan shinkanzen. Untuk kelas anda bisa menentukan anda di kelas yang mana, semua tergantung budget anda. 

Saya pun berangkat dengan menggunakan JR PASS
Tempat tujuan penginapan saya adalah Prince Sakura Hotel yang berada Shinagawa.

Hotel di Tokyo

Beberapa lokasi penginapan kadang membuat turis seperti saya kebingungan. Namun lokasi yang paling baik adalah jika tempat tersebut merupakan pusat dari intersaction banyak rute kereta. Ini memberikan kemudahan bagi saya untuk pergi kemanapun saya mau pergi. Selain Shinagawa, Shibuya, Shinjuku dan pusat Tokyo merupakan tempat dengan lokasi strategis. Tetapi harganya pun relatif mahal. Jika mau, anda juga bisa memilih penginapan di daerah Yokohama, yang merupakan perbatasan luar dari Tokyo.

Keberangkatan saya yang mendadak membuat pilihan hotel pun tidak terlalu banyak. Pilihannya tidur di hotel yang tidak begitu banyak peminat tapi strategis, murah tapi jauh, atau strategis namun di dalam capsul. Pilihan pun saya jatuhkan ke yang pertama. Melihat lagi banyaknya turis asing yang ke Tokyo di musim sakura, saya pun membuat plan berdasarkan tersedianya hotel. Plan ini sudah saya buat selama di Surabaya. Tokyo dahulu, baru Kyoto. Puncak keramaian kota Tokyo masuk pada musim bermekarannya sakura pada 29-31 Maret, membuat saya tidak dapat menemukan hotel di Tokyo, karena itu saya memutuskan untuk ke Kyoto pada hari itu. 

Yang saya kaget adalah, pada waktu saya sampai di hotel saya, saya melihat satu pohon sakura telah full bloom! Sungguh indah sekali pemandangannya.

Lanjut saya kemudian foto-foto di halaman belakang hotel tersebut. 
Area Hotel

TOKYO JOURNEY

Shinjuku

Setelah itu saya pun melanjutkan perjalanan mengelilingi Tokyo dengan menggunakan JR Pass saya.
Depan tempat makan Ramen Favorite di Shinjuku

Ramen Yummy di Shinjuku
Mencoba salah satu cafe di Shinjuku 

Shibuya

Jalanan di Shibuya tempat syuting Fast & Furious

Ginza

Ginza
Imperial

Di tengah perjalanan ke Gotemba (1-1.5 jam dari Tokyo) saya mampir dulu ke Kozu untuk ganti line. Tanpa saya kira, saya hanya jalan-jalan keluar dari station dan secara random menuju jalan setapak, menemukan pantai di Jepang. 
    

Imperial Park

Gotemba, Branded Factory Outlet  & Kozu, pantai

Menuju Gotemba
Menggunakan kamera dan timer untuk selfie. Tinggal taruh tongsis di tempat yang ada sandarannya atau pakai tripod.


Tempat shopping yang oke banget adalah Gotemba. Disini banyak brand-brand dari baju, kacamata, hingga perhiasaan dijual dengan harga yang spesial. Sebut saja Salvatore Ferragamo, Prada, Swarovski, dan lain sebagainya ada di tempat ini. 

Tokyo Disneyland

Tokyo, Disneyland
Perjalanan di Disneyland ini, sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari dengan membeli Fast Track. Kalau tidak... alamat mengantri berjam-jam.

Kabukicho


Kabukicho, area Red Light District, uuuu... >_<

Tsukiji, Fish Market di Jepang


Bersama Master Sushi
Tsukiji, tempat pasar ikan terbesar di Jepang. Datanglah pada subuh dan akan banyak ikan fresh yang langsung di jual di pasar ini.  Ikan-ikannya sangat fresh, jangan lupa untuk memakan sushi terenak dan teroriginal di Jepang. Kalau ke Jepang tidak makan sushi, rasanya hambar perjalanannya. Karena itu pastikan untuk pergi ke Tsukiji di Daiwa Sushi atau sushi Dai.  Datanglah sepagi mungkin, jam 5 pagi (jam bukanya) agar tidak perlu mengantri terlalu lama. Sushi Dai dibutuhkan 2-3 jaman mengantri, sedangkan sushi Daiwa membutuhkan 1 jaman mengantri. Daiwa Sushi dijalankan oleh anak yang punya sushi Dai. Disini makanan dijual perporsi/ per piece, jadi pemesanan tidak begitu lama. Ikannya sangat fresh dan enak. Harus dicoba.
  Pengalaman saya sendiri, saya mendapatkan 2 piece porsi tambahan secara tidak sengaja. Sushi master yang terlihat sudah tua memberikan saya extra nigiri. Mungkin dia sendiri tidak sadar telah melakukannya karena terlalu banyak pelanggan. Tapi yang gratisan itu yang bikin saya tambah senang. Oiiiishiii...

Sky Tree, Asakusa

 

Perjalanan ke Sky Tree sebaiknya melakukan reservasi sebelumnya, karena selalu ramai oleh pengunjung. Saya sendiri belum memesan tiket. Jadi harus cukup puas dengan foto-foto dari bawah dan luar Sky Tree. Saya putuskan untuk ke Sumida Aquarium yang masih berada di area Sky Tree. Saya bebas masuk tanpa harus mengantri panjang dan berdesak-desakan. Banyak tipe-tipe hewan air disini, namun yang paling menarik adalah hiu dibalik Aquarium raksasa dan juga tentunya pinguin!

Sumida Aquarium

 

Perjalanan saya berlanjut dari Imperial Park ke Ueno, Asakusa. Tempat ini merupakan destinasi turis pada umumnya. Ada Asakusa Shrine dan Sensoji Temple. Yang menyenangkan adalah disini banyak makanan di pinggir jalan yang bebas saya nikmati!  Kalau kita jalan di pinggirnya akan terlihat Asahi Beer Tower yang berbentuk seperti beer.


 
Disini juga bisa ditemui pria penarik gerobak yang mengangkut turis. Ini merupakan sebuah profesi yang mengangkat tradisi angkutan umum Jepang zaman lalu. Rickshaw ini hanya bisa untuk mengangkut 2 orang dan akan diajak berputar hingga 5km di Area Asakusa. Semua tergantung anda mau memilih rute yang mana dan diberhentikan dimana. 

Aneka Jajanan yang saya cicipi





Tag : ,

- Copyright © Sandra Olga - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -