Selasa, 22 April 2014

Yuk Belajar: 10 Sifat dan Nilai dalam buku Man of Honor

Biografi kehidupan dari William Soeryadjaya

(pendiri Astra International)

Penulis dengan buku yang sangat menginspirasi

Sifat dan Nilai dalam buku Man of Honor
Biografi kehidupan dari William Soeryadjaya
(pendiri Astra International)
Sifat

1. Berintegritas

Keyakinannya untuk dapat membuka lapangan perkerjaan seluas-luasnya membuat ia suka membantu orang-orang. Saat ada permasalahan Bank Summa, ia ikut bertanggungjawab atas likuidasi pemerintah atas bank tersebut. Ia jujur dan bertanggungjawab untuk mengganti tabungan masyarakat. Padahal pengusaha lain bisa memilih untuk pura-pura tidak mengetahui atau melarikan diri ke luar negeri. Namun ia merasa nama baik keluarga merupakan hal yang penting. Alhasil ia terpaksa menjual saham-saham dari perusahaannya, termasuk Astra International, perusahaan yang didirikannya dan menjadi blue chip di Indonesia. Ini berhasil menuaikan prinsip-prinsip kebaikan yang diucapkannya selalu, menjaga keinginannya untuk menjadi berkat sesama. William menuaikan apa yang disebut sebagai noblesse oblige-nya. 

2. Suka berorganisasi

Pada mudanya beliau ikut berpartisipasi dalam organisasi Palang Merah (Chinese Red Cross). Di organisasi ini ia banyak melakukan kegiatan kemanusiaan, terutama saat ia tinggal di Bandung, saat masa perang kemerdekaan. Dari kegiatan organisasi ini ia bertemu dengan pasangan hidupnya, Lily. Selain itu, hal ini membuatnya bisa mengatur orang-orang dan mengerti mengenai alur sistem yang terintegrasi. Salah satu yang menarik beliau mengerti dengan adanya sepeda motor, maka pertanian akan meningkat, peningkatan itu akan meningkatkan penghasilan, yang akhirnya dapat membuat orang membeli produk sepeda motor lagi.

3. Ramah, suka berkomunikasi dan berteman

Sifatnya yang luwes dan mudah bergaul membuat dia banyak teman dan mendapatkan pinjaman untuk berbisnis. Pada usia mudanya, di Amsterdam ia menjadi semacam agen properti yang berbisnis jual-beli rumah. Pada saat merintis Astra International, sifat ini membuat banyak perusahaan asing seperti Xerox, Toyota, dan lain-lain mau berkerja sama.

4. Suka menolong tanpa pamrih

Beliau suka untuk menolong orang lain. Diceritakan ia datang ke Amsterdam, Belanda karena mengetahui saudaranya Kian Tie mudah sakit-sakitan. Ternyata dari bantuan ini, Kian Tie memutuskan untuk membalas kebaikan di kala William dalam keadaan sukar. Ia memutuskan untuk pergi ke Indonesia dan membantu bisnis William. Berikutnya perusahaan Astra Internasional juga berhasil didirikan karena kedatangan Kian Tie ini. Sebuah kebaikan yang hasilnya jangka panjang.

5. Takut Tuhan

Beliau menemukan hadirat Tuhan saat ia masuk ke dalam penjara pada tahun 1956. Sejak terpanggil oleh yang Maha Kuasa untuk semakin berserah kepadaNya. Ia kemudian menjadi percaya dan mengutarakan nazar: “ Tuhan, bila saya keluar dari penjara, saya berjanji akan ke gereja dan berterima kasih atas kebaikanMu, Tuhan.” (p.59) Akhirnya ia berhasil keluar dan benar-benar melakukan sesuai dengan kata-katanya. Sampai akhir hayat pun ia digambarkan orang selalu berdoa sebelum makan. Ia selalu mengucap syukur dan mengajarkan hal ini kepada anak-anaknya.

6. Cinta keluarga

Meskipun perkerjaannya di Belanda cukup lancar dan menjanjikan, beliau memilih untuk tinggal di Indonesia. Salah satu penyebabnya demi kesehatan Lily. Selain itu, ia juga kerap lagi mengajak anak-anaknya untuk mengenalkan dunia bisnis. Edwin, putera kedua beberapa kali ikut ayahnya ke Jatiluhur. Selain itu ia kerap memberikan materi bagi anak-anaknya. Ia juga ikut mengantri formulir pendaftaran untuk Judith yang masuk ke Sorbonne pada 1971.

7. Menjadi pelopor atau pembawa inovasi

Ia memilih bisnis truk saat ditanyai Anderson yang mengelola USAID untuk apa dana letter of credit yang akan dibelinya. Secara tidak sengaja, Astra memonopoli truk yang diperlukan oleh pemerintah. Ia juga berhasil menjadi mitra dengan Fuji-Xerox, Honda Motor Company, Daihatsu, dan Komatsu.

8. Mau mendengar suara bawahan

Pada saat ia menerima informasi bahwa pemerintah akan meprioritaskan sepeda motor, ia segera menanyakan pendapat dari bawahannya, Ban Tjiang yang berada di Bandung. Tidak hanya mencari informasi, ia menjadikannya sebagai masukan untuk mengambil keputusan penting, bahkan strategis. Akhirnya berbuah kerja sama dengan Honda Motor Company.

9. Target yang Tinggi

Beliau mempunyai pengharapan dan target yang tinggi. Honda pada awalnya menerapkan target 2000 unit sepeda motor setiap tahun. Namun beliau dapat menunjukan performa cemerlang dengan penjualan 25.000 sepeda motor. Ketika akhirnya mereka berhasil mencapai 80.000 unit per tahun, William bertanya kepada tim penjualan “ Kapan sejutanya?” Hal ini kemudian mendorong penjualan untuk terus berkembang.

10. Suka membaca dan menggali informasi

Ia suka membaca koran dengan waktu yang bisa berjam-jam. Hal ini mengasah kemampuannya untuk berpikir strategis. Ketika Repelita I dengan fokus pertanian, ia dapat berpikir jauh ke depan dan menangkap peluang bisnis baru.


Nilai:
1. Membantu pasti akan menghasilkan pahala
2. Bisnis selalu mempunyai momentum
3. Jangan pernah melihat seseorang dari latar belakangnya seperti pendidikan, kedudukan, kekayaan, dan lain-lain.
4. Kerja keras untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.
5. Kadang diperlukan kenekatan atau keberanian untuk mengambil kesempatan. Dare to do
6. Manusia hanya merencanakan, tetapi Tuhan lah yang kuasa menentukan. Man proposes, God disposes.
7. Keberagaman karakter bisa saling melengkapi terutama dalam hal pengambilan keputusan. (Gas, rem, kopling dari 3 bersaudara Soeryadjaya)
8. Ekspansi bisnis diperlukan keberanian namun juga analisa yang mendalam.
9. Kepercayaan harus dijaga agar perusahaan dapat terus berkembang.
10. Hidup untuk Tuhan, keluarga, dan membantu orang lain dapat menghasilkan perkembangan bagi diri sendiri. Mendorong diri sendiri untuk terus belajar dan menghasilkan karya secara berkelanjutan.

Referensi:
Pambudi, T. S. & Djatmiko, H. E. (2012). Man of Honor. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.



http://youtu.be/saPdAVGY0y0



Minggu, 20 April 2014

Keberanian Bermuara Pada Keberhasilan

Kisah dari Yudith Paramitha
DCIM100GOPRO
            Mentari pagi menyongsong, Yudith Paramitha kecil berlari untuk mengikuti kelas piano. Ia mempersiapkan masa depannya, menjadi seorang penyanyi cilik. Tawaran menjadi penyanyi cilik pun datang. Papa T-Bob secara khusus ingin mengorbitkannya menjadi penyanyi. Namun satu keputusan ditentukan. Keputusan yang menjadi penyesalan terbesar bagi Yudith Paramitha.
            Yudith Paramitha lahir di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1990. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia mendalami ilmu akuntansi di Universitas Bunda Mulia. Ilmu yang didapatkannya dari beasiswa PT. Summarecon Agung Tbk. Bantuan ini diberikan dan menjadi satu hal yang sangat dihargai oleh Yudith. Lulus dengan nilai cumlaude (3,77) dari universitas ternama, dapat membuat dia dengan mudahnya untuk masuk ke berbagai perusahaan yang ternama. Namun ia tidak mengambil segala kesempatan lain. Ia kembali memasukan harapannya untuk berkerja di PT. Summarecon Agung Tbk. Tempat dimana ia menyebut sebuah keluarga. Keluarga yang memahami kebutuhan orang lain dan memperhatikan nasib seseorang. Sejak Juni 2013 ia resmi berkerja di bidang CCSR. Ia bertugas untuk menyalurkan bantuan kepada orang lain. Pada akhirnya ia memahami bahwa Summarecon sebagai keluarga yang mempunyai budaya ramah dan saling berkerjasama mencapai tujuan bersama. Keluarga yang berhasil mengalahkan ketakutannya. Ketakutan untuk bersosialisasi.

Pancaran Kasih Tiada Akhir dari Balik Meja

Kisah dari Eka Riyadi
 DCIM100GOPRO
            Lahir pada 6 September 1978 dengan badan tinggi 178 cm membuat sosok Eka Riyadi menjadi seorang bapak lima anak yang berwibawa. Komputer dan program merupakan dua hal yang paling suka ia pelajari. Keterbaruan dan inovasi menjadi salah satu yang membuat ia merasa betah untuk berkerja. Pengetahuan dan teknologi yang baru merupakan kebutuhan utama selama ia berkerja. Selain kebutuhan intelektual tersebut, kebutuhan spiritual juga membangun semangat kerjanya. Segala kebutuhannya itu ia temukan dalam perusahaan Summarecon Agung Tbk, dimana ia telah berkerja selama 7 tahun dari bagian koperasi hingga corporate social responsibility.

Sentuhan Kesatuan dalam Rupa

Kisah dari Kartika Noer dan Miranda Veyow
 mira dan tika foto
            Ilmu pengetahuan haruslah terus digali. Utamanya dengan terus meningkatkan kemampuan dalam praktik dunia kerja. Itulah yang dilakukan oleh Kartika Noer dan Mirand Veyow. Kedua perempuan yang umurnya tidak terlalu berbeda jauh (Kartika, 20 tahun & Miranda, 19 tahun) sedang mendalami ilmunya di perusahaan PT. Summarecon Agung Tbk. Kartika berlatarbelakang pendidikan sekretaris, sedangkan Miranda berlatarbelakang marketing communication. Keduanya sama-sama berada dalam divisi CCSR (Corporate Culture and Corporate Social Responsibility). Mereka sama-sama memilih Summarecon karena perusahaan yang terus berkembang dan berdekatan dengan rumah masing-masing.

Pemulihan dalam Kata dan Teladan

Kisah dari Juliadi Hafidz
 hafidz
            “Kalau jaman orang dahulu orang mau mati ia disebut pemberani. Tetapi jaman sekarang seorang pemberani adalah orang yang bisa mengatasi masalah dan bisa tetap bertahan hidup”
            Kata-kata yang terbingkai secara indah dan menyelamatkan dua insan di dunia. Serangkaian kata yang diungkapkan dari penyiar acara radio di Bandung, di saat ada seorang wanita paruh baya yang ditinggal pria dalam keadaan mengandung dan hendak untuk bunuh diri. Untaian kata berharga yang dapat menenangkan hati, mengubah keputusan seorang ibu muda, dan mengubah pandangan pembicaranya. Pandangan seorang Juliadi Hafidz.

Jodoh di Doa Bidadari

Kisah dari Dimas Triharyanto
dimas foto
            Terbayangkan betapa banyak tantangan yang harus dihadapi, pada saat proses penurunan jabatan terjadi. Perusahaan yang ditempati Dimas Triharyanto mengalami merger dengan perusahaan lain. Perusahaan telekomunikasi tersebut mengalami saat-saat yang sulit. Beberapa ratus pegawai harus dikeluarkan demi menyelamatkan perusahaan. Dimas Triharyanto juga harus melewati kesulitan tersebut. Ia harus membuat keputusan besar, antara melanjutkan pekerjaannya dengan penurunan jabatan dari karyawan tetap menjadi karyawan kontrak atau pindah tempat kerja. Pilihan yang tentu mengubah hidupnya. Tetapi ini tidak menghalangi niatnya untuk menikah dengan pasangan yang baru ia kenal  selama 1 bulan.

2 Kehidupan Wanita Bijak

Kisah dari Sheila Darmawan 
sheila d foto
            Bunyi tangisan anak laki-laki terdengar dari balik genggaman telepon. Seorang wanita paruh baya yang sedang menyetir menghadang kemacetan Jakarta. Seorang seorang ibu yang mendedikasikan dirinya untuk berkarya membangun perusahaan dan negara, sesosok Sheila Darmawan.

Minggu, 23 Maret 2014

Mengapa bisa Lupa? Lupa juga perlu

Ada beberapa hal yang biasa kita lakukan dan membuat kita menjadi lupa akan hal yang penting.
1.     Terlalu Fokus
Kecemasan dan kekuatiran akan masa depan sering menjadi hal utama yang menyita perhatian kita. Kadang hal-hal seperti financial, percintaan, dan hubungan sosial menciptakan satu topik yang memenuhi kepala kita. Terutama saat kita mengejar target. Beberapa hal besar maupun kecil yang ternyata penting akhirnya terlupakan. Diperlukan suatu management diri yang bisa berada di titik tengah yaitu berusaha untuk kerja keras namun tetap relaks dalam menjalaninya. Hindari ketegangan dalam hati dan kuatkan diri agar tidak cemas dan kuatir. Ada kalanya kita harus membawa agenda atau notes untuk meyakinkan kita agar tidak lupa. Selain itu secara pribadi saya suka mencatat hal-hal yang barusan terjadi pada timeline dalam Line saya yang hanya bisa dilihat oleh saya pribadi. Hal ini mengurangi rasa kuatir saya kalau-kalau saya lupa akan informasi tersebut.

Menjaga kecerdasan otak

Menjaga kecerdasan otak dapat dilakukan dengan memaham mengenai lingkungan sekitar. Beberapa hal tersebut adalah:

1. Nutrisi
Salah satu penyebab pikun adalah pola makan yang salah. Hindari konsumsi minyak dan lemak yang berlebih. Utamakan bumbu-bumbu rempah atau herbal dalam memilih makanan dan minuman untuk dikonsumsi. Ahli gizi UI mengatakan 4 sehat 5 sempurna sangat penting untuk metabolism otak.

Beberapa makanan yang mengandung protein dipercaya dapat mencerdaskan otak, antara lain daging ikan (salmon utamanya), susu, keju, daging sapi, daging ayam, kedelai, tahu, dan tempe.
Ada beberapa makanan yang baik dan buruk:


Senin, 10 Maret 2014

My Diet Secret: Imperial Chinese Perspective



Imperial Dietetic Chinese History

            Kerajaan China selalu dituntut untuk berkembang dalam hal pelayanan kepada raja. Beberapa hal penting yang dikembangkan adalah obat tradisional, pembangunan, dan salah satunya adalah makanan.

            Pada masa Emperor Zhou, Qin dan Han (1122 B.C- A.D. 220) makanan merupakan hal yang penting sebagai alat untuk menjalin relasi politik. Hidangan mewah selalu diberikan untuk memperingati pertemuan antara putri dan putra mahkota. Pada akhir masa dinasti Shang ( 1154 B.C-1122 B.C) makanan yang mewah di sinyalir menjadi alasan kehancuran dari dinasri Shang “With a pool of wine and a forest of hanging meats, men and women chased each other naked, drinking all night.” (Records of Kings and Princes)

            Makanan sehat kemudian dikembangkan dan menjadi makanan utama kerjaan. Dinasti Han mengembangkan teknologi hothouses untuk dapat menumbuhkan sayuran sehingga tidak terbatas pada musimnya.  Perkembangan ini kemudian berkembang menjadi beberapa budaya dietetic. Budaya dietatic ini tidak hanya mempengaruhi di dalam kerajaan namun juga masyarakat pelajar, pasar, dan temple yang berdampang pada pemasukan, pendidikan, budaya, dan agama. 

Jumat, 07 Februari 2014

Messy Hair-"Selfie" Shots

"Prepare your hair in every minutes of your life, you'll never know how do you look when "Selfie" shots comes..."


Ladies, kita semua pasti tidak pernah lepas dari kamera. Dari yang kamera pocket, blackberry, sampai penemuan yang namanya "front camera". Terus apa yang biasa kita lakukan? Sibuk memilih foto yang bagus, mengeditnya, lalu menguploadnya. Tapi bagaimana kalau ternyata foto kita yang di upload sama bestfriend justru foto yang lagi messy banget dan bukan yang kita inginkan? Semua mutual friends kita di Path, Twitter, Blackberry, Facebook, dan Instagram tahu betapa messy-nya kita pada waktu itu. Tentu kita semua nggak mau mengalaminya kan?

Inilah pengalamanku untuk menghindari messy hair selfie shot:

Extraordinary Way for a Beautiful Hair

Setelah membahas masalah Messy Hair on "Selfie" Shots di artikel sebelumnya, finally saya mendapatkan serum favorite saya kembali dengan hasil yang jauh lebih daripada sebelumnya, L'Oreal Extraordinary Oil. Rambut saya yang biasanya kering di bagian ujungnya sekarang lebih ternutrisi. Ini dia hasil dari L'Oreal Extraordinary Oil:

How to Apply That?

1. Berikan 2 pump L'Oreal extraordinary oil di telapak tangan, gosok sebentar supaya tangan lebih hangat. Aplikasikan ke batang rambut. Utamakan pada ujung bawah rambut
2. Gulung rambut anda dengan hair roller atau hair bun. Aplikasikan foam jika ingin lebih tahan lama.
3. Blow dry rambut. Suhu yang hangat dapat membuat rambut berombak lebih lama. Anda bisa melakukan aktivitas lain seperti make-up, memakai baju, dan lain-lain sambil menunggu rambut menjadi berombak.
4. Setelah itu saya lepaskan gulungan rambut saya dan kembali mengaplikasikan 1 pump L'Oreal extraordinary oil di telapak tangan, gosok sebentar, dan mengaplikasikannya kembali di batang rambut bagian atas dan ujung bawah untuk memberikan kesan shining and glamour. (Kadang saya melakukan tahap ini di mobil, sesaat sebelum acara berlangsung.)
5. Voila!! Your hair become stunning Ladies! 
Rambut sexy berombak dan sehat berkilau sudah anda miliki. Siap melangkah penuh percaya diri!


"We are also need The Fragrant Hair"

My L'Oreal Extraordinary Oil surrounded by my perfume 
Kadang saya meng-apply parfum di rambut. Saya tahu itu tidak baik karena mengandung alkohol, tetapi saya tidak bisa menemukan vitamin rambut yang bisa memberikan wangi yang luxurious. But Ladies, trust me you don't need to put that on your hair! Parfumlah yang membuat rambut saya menjadi kering. I found the answer in L'Oreal Extraordinary Oil.

"We are Worth It!
Colored by Excellence Beauty Lounge, The Winner of L'Oreal Colour Trophy 2009, 

No more bad hair day.
No more hiding from messy hair-"selfie" shot
Right now, i have a Beautiful Hair and ready to see you! 

Have another way to apply your L'Oreal extraodinary oil? Join this competition

More Info Click: Facebook Page and Twitter: LorealHairId